Sabtu, 22 September 2018

My Free Time

   1 tahun berlalu, diriku menjalani kegiatan sekolah seperti biasa; tanpa membantah. Tiba akhirnya aku duduk di kelas 6, tahun terkahirku di sekolah ini. Bersama teman-temanku yang baru; Ria dan Titi. "eh, Mi, Mi, kamu tuh kalo ngomong diri sendiri tuh pake 'aku' coba.." Ria berkata dengan sedikit mencibir, "iya tauk mi.. risih dengernya tu, kayak anak kecil gitu.. haha" Titi menimpali, "heeeh... apaan sih, biarin aja kalik, lagian amy tuh gaboleh ngomong 'aku' sama mama-papa.. katanya gak sopan.." jawabku sambil berkacak pinggang, lalu memonyongkan bibir bawahku, "yaelah mi.. alay banget sihh.. emang orangtua kamu liat kamu ngapain aja di sekolah? enggak kan??" Ria menimpali sambil mengernyitkan dahinya, "iishh... bukan gitu.. tapi-" aku melipat kedua tanganku didepan, dan memalingkan muka. sebal. "hahah.. apaan nih.. cuman gara-gara gitu doang marah-marahan.." Titi melerai sambil melirik kami satu-persatu, "yaudah sih Ri.. terserah si Amy-nya aja.. lagian.. Amy emang imut kok.. hehehehh..." Titi mencubit pipiku keras, "awww..", "apaan.. yang ada amit-amit!!" kata Ria sambil berlari; kabur, "kurang ajaaarrr..awas ya kalo ketangkep!!"
   Singkat cerita, dari mereka berdua-lah, aku mulai 'nakal' lah istilahnya, yang di Rumah -bisa dibilang- terlau dikekang, ya, karena aku anak wedok satu-satunya dari 4 bersaudara, segala yang mama-papa gak bolehin, aku bisa lakuin sama mereka, tentunya secara diam-diam, contoh kecilnya saat aku mulai terbiasa ngomong 'aku' di sekolah, mungkin agak aneh ya bagi readers ngomong aku-kamu, apalagi yang orang jabar, tapi -secara- kalo di Jogja itu ngomong lo-gue termasuk kasar, guys, hehe, sekedar info sih. Ok, lanjut, jadi laman ini sesuai namanya guys, that year itu bener-bener 'my free time' banget, before My Bridled Time!!
   Suatu hari, kita bertiga melakukan sesuatu yang, yaa.. emang gak pantes sih dilakuin.. dan sialnya, itu semua ketahuan sama guru, gara-gara -aku inget banget orangnya- ada yang ngaduin! dan aku sebel banget waktu itu, soalnya kita bertiga diancam gaboleh ikut UASBN a.k.a UN... bayangkan, betapa mengerikannya saat itu, sedangkan UN udah didepan mata. Aku menangis sejadi-jadinya ke mama-papa, meminta maaf dan mengakui segala kesalahan. Saat itu, aku berjanji tak akan membuat kecewa mama-papa lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar